Tampilkan postingan dengan label Subject. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Subject. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2018

Materi IPS Kelas 6 ( Perkembangan Sistem Administrasi Wilayah Indonesia )


Gambar 1.1 Peta wilayah Indonesia pada awal kemerdekaan. 

A.   Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia

Pada awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia ada 8 provinsi. Selanjutnya jumlah provinsi terus berkembang. Pada masa Orde Baru, jumlah provinsi di Indonesia berkembang menjadi 27 provinsi, dan pada masa reformasi berkembang menjadi 33 provinsi.

Nah, untuk mengetahui keberadaan provinsi di Indonesia sejak proklamasi hingga sekarang, marilah kita ikuti uraian berikut  

1.   Keberadaan Provinsi di Indonesia

Provinsi adalah bagian dari wilayah suatu negara, dan setiap provinsi terdiri atas beberapa wilayah kabupaten atau kotamadia. Tahukah kamu bagaimanakah keberadaan provinsi di Indonesia sejak proklamasi sampai dengan sekarang?  
  • Sumatera
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Sunda Kecil (sekarang menjadi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur)
  • Maluku
  • Sulawesi
  • Kalimantan
Dalam perkembangannya, sampai dengan akhir pemerintahan Orde Baru Indonesia terdiri atas 27 Provinsi, dua provinsi yang terakhir ialah Irian Barat (diresmikan pada tanggal 1 Mei 1963, dan sejak 1 Januari 2000 diganti namanya menjadi Papua) dan Timor Timur (diresmikan tanggal 15 Juli 1976). Akan tetapi berdasarkan jajak pendapat yang diselenggarakan tanggal 30 Agustus 1999, sebagian besar (87,5%) rakyat Timor Timur memilih merdeka.

Selanjutnya berdasarkan Tap MPR tahun 1999 No.V/MPR/1999 tentang Penentuan Pendapat Rakyat di Timor Timur, di mana Timor Timur menyatakan merdeka; maka Timor Timur tidak lagi menjadi bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun pada tahun 2000 provinsi di Indonesia menjadi 32 buah, dan pada tahun 2002 bertambah lagi menjadi 33 buah.

2.   Faktor-Faktor yang Mendorong Perkembangan Provinsi di Indonesia

Seperti telah disebutkan di atas, bahwa pada masa awal kemerdekaan Indonesia terdiri atas delapan provinsi. Namun sesuai dengan perkembangan kehidupan bangsa Indonesia khususnya dalam bidang pemerintahan, maka keberadaan provinsi mengalami perkembangan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah sistem administrasi kenegaraan. Sehingga sampai dengan tahun 1999 provinsi yang ada di Indonesia berkembang menjadi 27. Dua provinsi yang terakhir adalah Irian Barat (Papua) resmi masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1963 dan Timor Timur resmi masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1976.  

Adapun faktor-faktor yang mendorong perkembangan provinsi di Indonesia, sebagai berikut.  
  • Adanya upaya untuk mempermudah sistem administrasi kenegaraan.
  • Keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kembali wilayah yang masih di bawah cengkeraman penjajahan Belanda(Irian Barat/Papua).
  • Adanya usaha diplomasi untuk menerima wilayah/provinsi lain masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Timor Timur). Namun dengan adanya jajak pendapat tanggal 30 Agustus 1999, di mana sebagian rakyat Timor Timur memilih untuk merdeka, maka Timor Timur melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Adanya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, dimana penyelenggaraan pemerintahan dititik beratkan pada daerah.
3. Nama, Letak, dan Ibu Kota Provinsi di Indonesia

Seperti telah disebutkan di atas bahwa pada saat ini, Indonesia terdiri atas 33 provinsi. Adapun ke-33 provinsi tersebut adalah sebagai berikut. 
No
Provinsi
Ibu Kota
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
Nangroe Aceh Darussalam
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung *
Kepulauan Riau *
Banten *
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo *
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Banda Aceh
Medan
Padang
Pekanbaru
Jambi
Palembang
Bengkulu
Bandarlampung
Sungai Liat
Batam
Banten
Jakarta
Bandung
Semarang
Yogyakarta
Surabaya
Denpasar
Mataram
Kupang
Pontianak
Palangkaraya
Samarinda
Banjarmasin
Manado
Gorontalo
Palu
Kendari
Ujung Pandang
Mamuju
Ambon
Ternate
Jayapura
Manokwari
Keterangan :
*) Pemekaran provinsi pada masa reformasi berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999

Daerah provinsi disebut juga Pemerintah Provinsi, di bawahnya adalah Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota. Provinsi dikepalai oleh seorang gubernur, sedangkan pemerintah kabupaten dikepalai oleh bupati, dan pemerintah kota dikepalai oleh walikota. 

Selanjutnya untuk lebih memahami letak masingmasing provinsi, perhatikan peta di bawah ini dan isikan nama provinsi tersebut.
 
Gambar 1.2 Provinsi di wilayah Pulau Sumatera. 

 Gambar 1.3 Provinsi di wilayah Pulau Jawa.

Gambar 1.4 Provinsi di wilayah Nusa Tenggara. 

Gambar 1.5 Provinsi di wilayah Pulau Kalimantan.

 Gambar 1.6 Provinsi di wilayah Pulau Sulawesi.

Gambar 1.7 Provinsi di wilayah Pulau Maluku. 


Gambar 1.8 Provinsi di wilayah Pulau Irian Jaya (Papua).


Setelah mengetahui letak provinsi masing-masing, kenali juga lambang provinsi yang ada di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.  

Lambang-lambang provinsi di Indonesia, antara lain:
Gambar 1.9 Lambang-lambang provinsi di Indonesia  


B.   Perubahan Wilayah Laut Teritorial Indonesia

Negara Indonesia dikenal dengan sebutan Negara Kepulauan atau Negara Maritim, karena mempunyai wilayah perairan yang sangat luas. Luas perairan Indonesia mencapai 7,9 juta km2 atau 81 persen dari luas keseluruhan.
Laut teritorial adalah wilayah lautan suatu negara yang dianggap sebagai daratan. Berdasarkan Ordonansi tentang Laut Teritorial dan Daerah Maritim (Territorial Zee en Maritim Kringen Ordonantie) tahun 1939 yakni pada masa Pemeritahan Hindia Belanda; batas laut teritorial Indonesia hanya sejauh 3 mil (1 mil laut = 1.850 m), diukur dari pantai setiap pantai setiap pulau pada saat air laut surut. Ordonansi tentang kelautan tahun 1939 dinilai sudah tidak sesuai lagi dan sangat merugikan untuk memelihara kepentingan dan kebutuhan vital Indonesia baik di bidang politik, sosial budaya maupun pertahanan keamanan nasional.
Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia memperjuangkan batas laut teritorial tersebut ke forum internasional. Pada tanggal 13 Desember 1957  pemerintah berhasil membuat kesepakatan yang dikenal dengan nama Deklarasi Juanda. Dalam deklarasi ini disebutkan bahwa batas laut teritorial Indonesia adalah 12 mil, dari garis dasar. Deklarasi Juanda tersebut kemudian dikukuhkan dengan UU No. 4 tahun 1960. Kesepakatan ini didukung pula oleh Konvensi Hukum Jamaica.
1.   Wilayah Laut Teritorial Indonesia
Menyadari bahwa wilayah negara memiliki perairan yang sangat luas, Indonesia memberlakukan Hukum Laut Internasional yang disetujui PBB. Hukum itu berupa Traktat Multilateral hasil pertemuan di Jamaica pada tanggal 10 Desember 1982. Adapun hasil perluasan wilayah laut teritorial Indonesia adalah sebagai berikut:

a. Batas Laut Teritorial

Batas laut teritorial adalah garis batas yang berjarak 12 mil dari garis dasar. Kewenangan yang dimiliki suatu negara dalam wilayah teritorial sebagaimana lazimnya sebuah negara mengelola daratan.

b. Batas Landas Kontinen
Dalam perkembangannya pada tanggal 17 Februari 1969 pemerintah Indonesia mengumumkan tentang Landas Kontinen Indonesia sebagai usaha peningkatan perjuangan untuk pengakuan gagasan Wawasan Nusantara. Batas Landas Kontinen adalah garis batas yang merupakan kelanjutan dari benua (kontinen). Kewenenangan yang dimiliki negara dalam wilayah ini bahwa negara pantai boleh melakukan eksploitasi dan eksplorasi kekayaan mineral dan kekayaan alam lainnya dengan kewajiban harus membagi keuntungan dengan masyarakat internasional.

c. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Lebih lanjut pada konferensi hukum laut Internasional di Jamaika tahun 1982 diputuskan bahwa wilayah laut bagi negara kepulauan sejauh 200 mil dari garis pangkal teritorial. Sebagaimana tindak lanjut pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No. 5 tahun 1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) bahwa batas wilayah laut Indonesia sejauh 200 mil diukur dari garis dasar. Di dalam wilayah ini, negara pantai berhak menggali segala sumber hayati maupun sumber alam lainnya yang berada di bawah permukaan laut, di dasar laut dan di bawah dasar laut.
2.   Peta Wilayah Laut Teritorial Indonesia

Amati peta wilayah laut teritorial Indonesia di bawah ini, dan tunjukkan batas-batas wilayah laut.

Gambar 1.10 Peta wilayah laut teritorial Indonesia 

3.   Upaya Pelestarian Laut di Indonesia  

Berbagai usaha yang dapat dilakukan bangsa Indonesia dalam upaya pelestarian laut, antara lain sebagai berikut.

a. Larangan Membuang Limbah Industri ke Laut
Pembuangan limbah industri yang bercampur dengan bahan-bahan kimia ke laut akan mengakibatkan punahnya kehidupan di laut. Dalam hal ini, perhatian pemerintah benar-benar dibutuhkan.

b. Pencegahan Polusi Air Laut
Kapal-kapal yang membuang bahan bakar seenaknya dan juga tumpahan minyak dari kapal tanker dapat menyebabkan polusi air laut. Karena adanya polusi tersebut, ikan dan burung-burung yang mencari makan di laut dapat mati. Ikan-ikan itu mati kekurangan oksigen karena permukaan laut tertutup tumpahan minyak. Adapun burung-burung pemakan ikan juga dapat mati karena terjebak gumpalan minyak mentah yang lengket sehingga tidak dapat terbang.

c. Larangan Penggunaan Bahan Peledak untuk Penangkapan Ikan
Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dapat merusak lingkungan laut. Ikan besar dan kecil dapat mati semua karena penggunaan bahan peledak. Belum lagi kerusakan karang yang ditimbulkannya dapat menyebabkan ikan tidak memiliki tempat untuk berkembang biak.

d. Mengadakan Reboisasi Pantai
Tanah-tanah yang gundul di sekitar pantai sangat mengancam kelestarian lingkungan. Erosi pantai dapat melebar sampai daratan. Untuk itu kawasan pantai pun perlu reboisasi, yaitu dengan cara penanaman pohon bakau. Upaya ini dilakukan untuk mencegah abrasi atau pengikisan terhadap daerah pantai. Selain berfungsi sebagai penahan air laut yang mengancam daratan, hutan bakau sangat baik untuk berbiak berbagai jenis ikan.

Baca selengkapnya

Kamis, 10 Mei 2018

Materi PKN kelas 6 ( Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara )


A.  Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara


Mendirikan suatu negara butuh landasan-landasan dasar. Landasan-landasan dasar tersebut merupakan pondasi. Landasan dasar atau pondasi tersebut dikenal sebagai dasar negara.

Dasar-dasar yang menjadi landasan berdirinya suatu negara biasanya digali dari jiwa bangsa atau negara yang bersangkutan. Oleh karena itu dasar-dasar negara antara negara yang satu dengan negara yang lain berbeda-beda. Sebagai contoh, dasar negara Republik Rakyat Cina (RRC) adalah San Mincu I, sementara itu dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Dasar-dasar negara tersebut dirumuskan dari jiwa (rakyat) bangsa atau negara masing-masing.  

Bagaimana proses perumusan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia tercinta ini?
Mari kita uraikan bersama-sama.

1.  Terbentuknya BPUPKI

Waktu itu wilayah Indonesia berada di bawah pendudukan tentara Dai Nippon atau Jepang. Tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jepang Koiso mengumumkan ke seluruh dunia tentang pemberian kemerdekaan kepada rakyat Indonesia dalam waktu dekat.

Bersamaan dengan itu, keberadaan tentara Jepang terus mendesak oleh tentara Sekutu. Tentara Sekutu sudah menyerang beberapa wilayah pendudukan Jepang seperti Papua Nugini, kepulauan Marshal, Salamon, Ambon, Menado, Makasar, juga Surabaya. Karena itu, maka tanggal 1 Maret 1945 Saiko Syikikan Kumakici Herada (Panglima tertinggi bala tentara Dai Nippon di Indonesia) mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau lebih dikenal dengan sebutan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 



Anggota BPUPKI terdiri atas 67 orang, termasuk 7 orang Jepang dan 4 orang Cina dan Arab. Bertindak sebagai ketua K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dengan dibantu dua ketua muda. Masing-masing ketua muda tersebut adalah Ketua Muda I (orang Jepang) dan Ketua Muda II R. Pandji Suroso.



2.  Sidang BPUPKI dan Usulan-usulan Rumusan Pancasila



Tahukah kamu tujuan dibentuknya BPUPKI? Tujuannya adalah untuk menyelidiki kesiapan bangsa Indonesia dalam menyongsong kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri. Anggota BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. 



Sidang pertama BPUPKI diadakan 28 Mei - 1 Juni 1945. Tanggal 28 Mei sidang dibuka dengan sambutan dari wakil tentara Dai Nippon. Dalam sambutannya wakil Dai Nippon tersebut memberi nasihat agar BPUPKI mengadakan penyelidikan secara cermat terhadap dasar-dasar yang akan digunakan sebagai landasan negara Indonesia Merdeka.

Tanggal 29 Mei 1945 dimulai sidang perumusan dasar-dasar Indonesia merdeka oleh anggota-anggota BPUPKI. Para anggota BPUPKI melalui pidato-pidatonya tampil. Mereka mengemukakan berbagai usulan mengenai dasar negara Indonesia. 

Pidato-pidato yang diucapkan para anggota BPUPKI dalam sidang itu selengkapnya tidak diketahui. Mengapa? Tidak lain karena baru 3 pidato yang ditemukan teksnya secara lengkap. Masing-masing dari teks pidato tersebut adalah yang dikemukakan oleh Muhammad Yamin, Supomo, dan Sukarno.

Dasar negara yang diusuikan oleh Supomo sebagai berikut:
  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan rakyat
Dasar negara yang diusuikan oleh Supomo sebagai berikut:
  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan rakyat
Khusus tentang Sukarno, ia mengajukan lima dasar negara sebagai beriku:
  1. Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme
  2. Peri Kemanusiaan (Internasionalisme)
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang Maha Esa
Lima dasar tersebut Sukarno kemudian menyebutnya sebagai Pancasila. Panca berarti lima sedangkan sila berarti asas atau dasar.

3.  Proses Perumusan Pancasila Setelah Pidato Sukarno

Setelah Sukarno berpidato mengajukan usul tentang dasar-dasar negara tanggal 1 Juni 1945, sidang BPUPKI pertama berakhir. Hari itu juga ketua BPUPKI menunjuk dan membentuk Panitia Kecil. Tugas Panitia Kecil itu adalah merumuskan kembali pidato Sukarno yang diberi nama Pancasila sebagai dasar negara itu.

Bagaimana perjalanan lebih lanjut perumusan Pancasila sebagai dasar negara oleh Panitia Kecil? Setidaknya terdapat peristiwa-peristiwa penting sebagaimana berikut. 

a.  Perbedaan Pandangan Antara Golongan Islam dan Paham Kebangsaan

Dalam keanggotaan Panitia Kecil, ada dua golongan penting yang berbeda pandangan dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Satu golongan menghendaki agar Islam menjadi dasar negara. Sementara itu golongan yang lain menghendaki paham kebangsaan sebagai inti dasar negara. 

Akibat perbedaan pandangan ini, maka sidang Panitia Kecil bersama anggota BPUPKI yang seluruhnya berjumlah 38 orang menjadi macet. Karena sidang macet, Panitia Kecil ini kemudian menunjuk sembilan orang perumus yang selanjutnya dikenal dengan Panitia Sembilan. 

Anggota Panitia Sembilan itu adalah 1) Ki Bagus Hadikusuma, 2) Kyai Haji Wakhid Hasyim, 3) Muhammad Yamin, 4) Ahmad Subarjo, Mr. AA. Maramis, 5) Abdul Kahar Muzakir, 6) Abikusno Cokrosuyoso, 7) Moh. Hatta, 8) H. Agus Salim, dan 9) Sukarno sebagai ketua.

b.  Lahirnya Piagam Jakarta

Dalam sidang BPUPKI kedua tanggal 10 Juli 1945, Sukarno melaporkan bahwa sidang Panitia Sembilan (tanggal 22 Juni 1945) telah berhasil merumuskan Pancasila yang merupakan persetujuan antara pihak Islam dan pihak kebangsaan. Rumusan Pancasila dari Panitia Sembilan itu dikenal sebagai Piagam Jakarta (Djakarta Charter).

Bagaimana rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta itu? Bunyinya adalah sebagai berikut :
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemelukpemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tentang Piagam Jakarta ini Sukarno sebagai ketua Panitia Sembilan mengatakan, bahwa 
“Ketuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” 
merupakan jalan tengah yang diambil akibat perbedaan pendapat antara golongan Islam dan kebangsaan. 

Sebenarnya banyak muncul keberatan terhadap Piagam Jakarta ini. Sebagai contoh, keberatan yang disampaikan oleh Latuharhary yang didukung oleh Wongsonegoro dan Husein Joyodiningrat dalam sidang panitia perancang UUD tanggal 11 Juli 1945. Keberatan yang sama juga diajukan oleh Ki Bagus Hadikusumo dalam sidang ketua BPUPKI tanggal 14 Juli 1945. 

4.  Pengesahan Rumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara


Tanggal 18 Agustus ini merupakan perjalanan sejarah paling menentukan bagi rumusan Pancasila. Hari itu akan disyahkan Undang-Undang Dasar untuk negara Indonesia merdeka. Sementara rumusan Pancasila menjadi bagian dari preambul (pembukaan) Undang-Undang Dasar negara tersebut. Namun demikian sehari sebelum tanggal ini ada peristiwa penting. 


Peristiwa penting yang dimaksud adalah seperti ini. Sore hari setelah kemerdekaan Negara Indonesia diproklamirkan, Moh. Hatta menerima Nisyijima (pembantu Laksamana Mayda/Angkatan Laut Jepang) yang memberitahukan bahwa ada pesan berkaitan dengan Indonesia merdeka.  


Pesan tersebut, kaitannya berasal dari wakil-wakil Indonesia bagian Timur di bawah penguasaan Angkatan Laut Jepang. Isi pesannya menyatakan bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik dari daerah-daerah yang dikuasai Angkatan Laut Jepang keberatan dengan rumusan sila pertama (Piagam Jakarta) : 

”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”  

Bagaimana dengan sikap Moh. Hatta saat itu? Ketika itu Hatta menyadari bahwa penolakan terhadap pesan tersebut akan mengakibatkan pecahnya negara Indonesia Merdeka yang baru saja dicapai. Jika hal itu terjadi tidak menutup kemungkinan daerah (Indonesia) luar Jawa akan kembali dikuasai oleh kaum Kolonial Belanda. Oleh karena itu, Hatta mengatakan kepada opsir pembawa pesan tersebut, bahwa pesan penting itu akan disampaikan dalam sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) esok hari (tanggal 18 Agustus 1945).

Keesokan harinya, sebelum sidang BPUPKI dimulai, Hatta mengajak Ki Bagus Hadikusumo, Wakhid Hasyim, Kasman Singodimejo, dan Teuku Hasan untuk rapat pendahuluan. Mereka membicarakan pesan penting tentang keberatan terhadap rumusan Pancasila Piagam Jakarta. Hasilnya, mereka sepakat agar Indonesia tidak pecah, maka sila pertama (dalam rumusan Piagam Jakarta) diubah menjadi 
“Ketuhanan Yang Maha Esa”.  

B.  Nilai-nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila  

Banyak nilai juang yang dapat kamu petik dari proses perumusan Pancasila sebagaimana telah dipaparkan di atas. Nilai-nilai juang tersebut adalah pelajaran yang dapat dijadikan contoh dari berbagai peristiwa penting dalam proses perumusan Dasar Negara (Pancasila) itu. Tentu saja meliputi tahap usulan (dalam sidang pertama BPUPKI tanggal 28 Mei - 1 Juni 1945), maupun tahap perumusan sesudah pidato Sukarno tanggal 1 Juni 1945.


Apa saja nilai-nilai juang yang dimaksud? Apabila kita memerhatikan dengan baik proses dan perjalanan perumusan Pancasila sebagai dasar negara tersebut, maka nilai-nilai juang itu meliputi :

1. Nilai Kemandirian

Kamu barangkali sepakat, bahwa dibalik proses peristiwa perumusan Pancasila sebagai dasar negara adalah mewujudkan cita-cita bersama. Cita-cita apa? Tidak lain untuk menjadi bangsa dan negara merdeka yang dapat menentukan nasib sendiri. Oleh karena itu, di antara nilai penting dari proses perumusan Pancasila adalah nilai kemandirian.

2. Nilai Inisiatif

Inisiatif artinya pintar memanfaatkan peluang, berani tampil, menjadi pelopor untuk berperan dengan aktif menyampaikan segala gagasan, pendapat, dan pandangan yang dimilikinya dan sejenisnya. Semua tokoh pendahulu kita, termasuk yang tergabung tim perumusan Pancasila merupakan orang-orang yang berinisiatif tinggi. Barangkali kita sepakat, bahwa tanpa daya inisiatif yang tinggi dari para tokoh pendahulu kita ini, negara Indonesia merdeka dengan dasar negara Pancasila akan mustahil terwujud. 

3. Nilai Persatuan dan Kesatuan

Para perumus Pancasila merupakan wakil dari segala golongan dan lapisan masyarakat (Indonesia). Ada yang dari bagian barat, tengah, maupun timur. Mereka bekerja sama saling bahu-membahu dalam satu keinginan bersama, yakni terwujudnya Negara Indonesia yang merdeka. Oleh karena itu dalam segala kejadian dan peristiwa perumusan Pancasila ini akan selalu tercermin nilai persatuan dan kesatuan.

4. Nilai Anti Penjajahan

Segala kegiatan dan peristiwa perumusan dasar negara Indonesia didasari oleh semangat anti penjajahan. Selain itu, tentu ada keinginan yang kuat bangsa Indonesia mewujudkan negara merdeka. Karena itu secara langsung atau tidak langsung berbagai macam hal dalam peristiwa perumusan dasar negara Pancasila mencerminkan nilai anti penjajahan.

5. Nilai Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Mewujudkan dasar negara merdeka dengan penduduk yang beraneka ragam (suku, kebudayaan, daerah, dan lain-lain) bukanlah pekerjaan yang ringan. Namun demikian, kuatnya semangat untuk menjadi bangsa atau negara merdeka dan sejajar dengan bangsa-bangsa atau negara-negara lain di dunia menjadikan berbagai perbedaan yang ada dalam masyarakat bangsa Indonesia itu bukan sebagai halangan.

Dalam proses perumusan Pancasila para tokoh pendahulu yang tergabung dalam tim tampak bekerja dengan sangat keras dan pantang menyerah mengatasi segala hambatan dan rintangan dalam rangka mewujudkan keinginan menjadi bangsa yang merdeka.

6. Nilai Musyawarah

Mewujudkan satu cita-cita atau tujuan yang besar untuk kepentingan bersama, dalam pelaksanaannya memang menuntut adanya musyawarah. Peristiwa perumusan Pancasila dari tahap yang satu ke tahap yang lain tentu saja mencerminkan nilai-nilai musyawarah. Mengapa? Sebab segala sesuatu dalam kegiatan tersebut selalu dibicarakan orang banyak melalui kegiatan-kegiatan persidangan.



Baca selengkapnya

Senin, 30 April 2018

Materi Bahasa Indonesia (Memahami Petunjuk Penggunaan Obat dan Produk)


Ketika kelas 3 SD semester 2 awal, masih ingatkah kalian diajarkan oleh guru dalam pelajaran Bahasa Indonesia yaitu petunjuk penggunaan obat dan petunjuk penggunaan produk. 



Baik lah, kali ini kita akan mencoba mengulas kembali materi itu dengan beberapa contoh latihan soal dan pastinya pembahasannya juga loh! ayo kita mulai

A.    Petunjuk Penggunaan Obat
     Petunjuk penggunaan obat biasanya tercantum dalam kemasan obat. Tujuannya agar kita tidak salah dalam menggunakan obat tersebut. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan obat.
  • Perhatikan tanggal kadaluarsa obat yang akan digunakan.
  • Bacalah petunjuk penggunaan obat dengan cermat.
  • minumlah obat sesuai dosis yang telah dianjurkan.
Contoh Soal:
1.   Bacalah petunjuk pemakaian obat berikut 
      Usia: 0 - 1 tahun 3 x 1/2 sendok teh 
               2 - 5 tahun 3 x 1 sendok teh
               6 - 11 tahun 3 x 1  1/2 sendok teh
     Aturan minum pemakaian obat yang benar untuk anak berusia 4 tahun adalah ...
     A. sekali minum sebanyak 3 kali sendok teh
     B. sehari 3 kali minum, setiap minum 1 sendok teh
     C. sehari 3 kali minum, setiap minum 3 sendok teh
     D. sekali minum 2 sendok teh selama 3 hari
     Jawaban: B
     Karena usia anak 4 tahun, kategori dosis yang tepat untuknya adalah sehari minum tiga kali,
     sehari minum satu sendok teh.

2. Bacalah aturan pemakaian obat berikut 
     Usia 1 - 6 tahun, 1/4 tablet 
     Usia 7 - 10 tahun, 1/2 tablet 
     Usia 11 - 15 tahun, 1 tablet
     Dosis yang tepat untuk usia anak 12 tahun adalah ...
      A. 1 tablet
      B. 1/2 tablet
      C. 2 tablet
      D. 1/4 tablet
      Jawaban: A
      Karena usia anak 12 tahun, kategori dosis yang tepat untuknya adalah sehari minum 1 tablet.

B.   Petunjuk Penggunaan Produk
       Petunjuk adalah suatu arahan atau bimbingan tentang cara melakukan atau menggunakan suatu alat atau produk. Petunjuk penggunaan dibuat agar kita tidak kesulitan dan tidak salah dalam menggunakan suatu produk. Petunjuk penggunaan harus disusun secara runtut, jelas dan mudah dimengerti. 
Contohnya: 
Petunjuk Penggunaan Telepon Umum 
  1.    Angkat gagang telepon.
  2.    Masukan beberapa koin ke dalam telepon.
  3.    Tekan nomor yang akan dituju.
  4.    Tunggu sampai nomor yang dituju terhubung.
  5.    Setelah itu, mulai lah berbicara.
Contoh soal:

1.    Bacalah petunjuk berikut!
       Petunjuk Penggunaan DVD Player
       (1)  Tekan tombol power 
       (2)  Masukan DVD yang diinginkan
       (3)  tekan tombol play/mulai 
       (4)  Tekan tombol open/close untuk memasukan DVD 
       (5)  Colokkan steker pada lubang stopkontak
       Urutan petunjuk penggunaan DVD player yang benar adalah ...
       A. (5)-(1)-(4)-(2)-(3)
       B. (5)-(1)-(4)-(3)-(2)
       C. (5)-(2)-(1)-(3)-(4)
       D. (5)-(2)-(1)-(4)-(3)
       Jawban: A
       Urutan petunjuk penggunaan DVD Player yang tepat adalah sebagai berikut.
       5)  Colokkan steker pada lubang stopkontak 
       1)  Tekan tombol power
       4)  Tekan tombol open/close untuk memasukan DVD
       2)  Masukan DVD yang diinginkan
       3)  Tekan tombol play/mulai

2.    Bacalah petunjuk ajak berikut
       (1) Buka bagian belakang spidol
       (2) Lap menggunakan tisu hingga bersih pada bagian ujung spidol
       (3) Siapkan tinta yang akan digunakan untuk mengisi spidol
       (4) Tuangkan tinta spidol hingga penuh
       (5) Cobalah menggunakan spidol di papan tulis
       (6) Tutup kembali spidol dan tinta yang sudah digunakan
        Urutan petunjuk penggunaan tinta spidol yang benar adalah ...
        A.   (3)-(2)-(1)-(5)-(6)-(3)
        B.   (2)-(1)-(4)-(2)-(5)-(6)
        C.   (3)-(1)-(4)-(2)-(5)-(6)
        D.   (3)-(1)-(4)-(2)-(6)-(5)
        Jawaban: D
        Petunjuk pada awalnya dimulai menyiapkan tinta yang akan digunakan, setelah itu mengisikan
        tinta ke dalam spidol, dan terakhir mencoba spidol yang sudah diisi dengan tinta.

Ini saja pembahasan singkat dari saya. Terimakasih atas waktu untuk membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya

Minggu, 29 April 2018

Mengenal Perangkat Lunak Pada Komputer


Hallo pengunjung setia Blog Dunia Pendidikan, apa kabar? sehat selalu ya, dan pastinya selalu semangat beraktivitas belajar, belajar dan belajar..

Semalam, ba'da magrib anak kelas VIII datang kerumah saya (biasa les malem), dan saya langsung menanyakan "ada tugas apa?", mereka mejawab "gak ad om". Karena anak-anak gak ada tugas maka langsung aja saya ajak berdiskusi (ini metode mengajar saya). Bahan diskusi biasanya dari mereka dan kebetulan salah satu mereka bertanya tentang perangkat lunak komputer yang mereka dengar dari pelajaran TIK (Teknologi Informasi Dan Komunikasi ) di sekolah.

Jujur saya kurang banyak memahami dunia komputer dan tau sedikit karena belajar secara otodidak banyak membaca di google dan bertanya sama teman-teman. 
Padahal setahu saya materi TIK perangkat lunak (software) sudah pernah dikenalkan sejak kelas 3 SD. Mungkin mereka lupa atau emang gak paham sama sekali.

Berdasarkan fungsinya, perangkat lunak dapat digolongkan menjadi perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi.

A. Perangkat Lunak Sistem Operasi
     Perangkat lunak sistem operasi digunakan untuk mejalankan komputer dan semua program
     aplikasi.

    "Om, Ada beberapa jeniskah perangkat lunak sistem operasi?"  pertanya mereka

     DOS, Windows, LINUX, UNIX dan Macintosh merupakan contoh dari perangkat lunak sistem
     operasi. Dari semua perangkat lunak sistem opersi, Windows merupakan sistem operasi yang 
     saat ini banyak digunakan. Perusahaan yang membuatnya adalah Microsoft.

B.  Perangkat Lunak Aplikasi
      Agar komputer kalian dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti mengolah data,
      mengolah angka dan mengolah gambar makan kalian memerlukan perangkat lunak untuk dapat 
      melakaksanakan perintah tersebut. Perangkat lunak ini biasanya disebut dengan perangkat lunak
      aplikasi.

      Setiap perangkat lunak mempunyai karakeristik dan kelebihan masing-masing. Apabila kalian
      ingin menulis sebuah cerita pendek, puisi, surat atau dokumen lain, maka kalian dapat mengguna
      kan program pengolahan kata. Pada saat kalian ingin melakukan perhitungan matematika dan
      mengetik data berupa angka-angka, maka kalian dapat menggunakan program pengolahan angka.
      Apabila mempunyai hobi mencoret-coret atau menggambar, kalian dapat menuangkannya di
      komputer dengan program pengolahan gambar. Bahkan kalian dapat mendengarkan musik,
      memutar lagu-lagu bahkan melihat film di komputer.

       Bertanya lagi mereka "apa aja om nama program-programnya?"
      
      Nah, mari kita kelompokan nama program-program ini sesuai dengan karateristiknya
  • Aplikasi pengolahan data = Microsoft Word, Word Perfect, Open Office Writter, Wordstar
  • Aplikasi pengolahan angka = Microsoft Exel, Open Office Calc, Lotus
  • Aplikasi pengolah presentasi = Microsoft Power Point, Open Office Impress
  • Aplikasi pengolahan data base = Microsoft Access, Mysql
  • Aplikasi pengolahan gambar = Photo Shop, Corel Draw
  • Aplikasi pengolahan animasi = Adobe Flash, Ulead
  • Aplikasi musik, video dan film = Winamp, Windows Media Player, VLC
Kebetulan dirumah ada 3 unit pc (jadul) langsung aja saya demo kan beberapa aplikasi yang saya punya ke mereka, dan sekarang mereka paham dan mengerti.

Mungkin ini saja tulisan yang singkat dan mudah-mudahan bermanfaat. 

Terima Kasih



      
Baca selengkapnya
Penggolongan Hewan dan Tumbuhan Serta Contoh Soal

Penggolongan Hewan dan Tumbuhan Serta Contoh Soal

Hai semua, apa kabar? semoga baik-baik aja ya. Kali ini saya ingin melajutkan pelajaran IPA. Materi kali ini akan membahas tentang penggolongan hewan dan tumbuhan. Dan Materi ini adalah kelanjutan materi sebelumnya yaitu ciri-ciri khusus hewan dan tumbuhan yang sudah kita bahas bersama.

Penggolongan Hewan
I.  Berdasarkan makanan
    A. Herbivor
        Adalah hewan pemakan tumbuhan, contoh: Kuda, Kerbau dan Rusa
    B. Karnivor
        Adalah hewan pemakan hewan lain, contoh: Buaya, Elang dan Harimau
    C. Omnivor
        Adalah hewan pemakan tumbuhan dan hewan lainya, contoh: Orang utan, Tikus dan Ayam
    D. Insektivor
        Adalah hewan pemakan serangga, contoh: Katak, Bunglon dan Burung pelatuk
II. Berdasarkan Ciri Tubuh
    A. Mamalia
         Ciri-cirinya berambut, melahirkan, memiliki kelenjar susu dan bernapas dengan paru-paru.
         Contoh: Kucing, Lumba-lumba dan Kera
    B. Aves
         Ciri-cirinya berbulu, berparuh dan bertelur. Contoh: Ayam, Bebek dan Burung
    C. Reptilia
         Ciri-cirinya bersisik, berdarah dingin dan bernapas dengan paru-paru.
         Contoh: Tokek, Kadal, Ular dan Komodo.
    D. Amfibi
         Ciri-cirinya kulitnya licin, lembab, hidup di dua alam dan bernapas dengan paru-paru, insang,
         kulit dan bertelur. Contoh : Katak dan Salamander

Penggolongan Tumbuhan
I.   Berdasarkan keping biji
     A. Monokotil
          Adalah tumbuhan berkeping satu, contoh: Kelapa, Jagung dan Padi
     B. Dikotil
          Adalah tumbuhan berkeping dua, contoh: Kacang kedelai, Kacang tanah dan mangga
II.  Berdasarkan akar
     A. Tunggang
          Contoh: Rambutan, mamgga dan duren
     B. Serabut
          Contoh: Rumput, Bambu dan Jagung
III. Berdasarkan batang
     A. Berkambium
          Contoh: Mangga dan Rambutan
     B. Tidak berkambium
          Contoh: Kelapa dan Pisang
IV. Berdasarkan daun
      A. Menjari
           Contoh: Jarak pagar, Singkong dan Pepaya
      B. Menyirip
           Contoh: Mawar dan Jambu
      C. Melengkung/sejajar
           Contoh: Sirih, Jagung dan rumput

Dalam penyajian materi, kita langsung saja menuju soal-soal dibawah ini agar lebih mudah dalam memahaminya. Adapun penjelasan materi penggolongan hewan dan penggolongan tumbuhan secara lengkap bisa kamu baca di buku pelajaran IPA yang didapat disekolah atau bertanya langsung keguru ahli bidangnya.

1.    Perhatikan kelompok hewan berikut
       I.   Elang              III.   Katak
       II.  Buaya             IV.   Penyu
       Hewan-hewan tersebut digolongkan kedalam kelompok yang sama berdasarkan ...
       a.   Habitatnya                                               c.   Jenis makanannya
       b.   Cara geraknya                                         d.   Cara perkembangannya
       jawaban : d
       hewan-hewan di atas berkembang biak dengan bertelur. sedangkan habitatnya, cara geraknya dan
       makananya dari kelompok hewan diatas berbeda-beda.

2.    Perhatikan kelompok tumbuhan berikut
       I.   Temu lawak      III.   Kencur
       II.  Temu kunci      IV.    Jahe
       Tumbuhan yang memiliki cara perkembangbiakan yang sama dengan kelompok tumbuhan diatas
       adalah ...
       a.  Lengkuas                                                   c.   Wortel
       b.  Kentang                                                     d.   Bawang
       jawaban : a
       temu lawak, temu kunci, kencur, dan jahe dikelompokkan berdasarkan perkembangbiakannya,
       yaitu dengan rizoma (rimpang). tumbuhan yang memiliki cara perkembangbiakan sejenis adalah
       lengkuas.

3.    Perhatikan kelompok hewan berikut
       I.     Bunglon         III.   Trenggiling
       II.    Cicak              V.    Katak
       Hewan-hewan tersebut digolongkan kedalam dikelompokan yang sama berdasarkan ...
       a.  Tempat hidupnya                                       c.   Jenis makanannya
       b.  Ukuran tubuhnya                                       d.   Warna kulitnya
       jawaban : c
       hewan-hewan tersebut termasuk kedalam kelompok pemakan serangga atau insektivor.
       hewan insektivor umumnya memiliki lidah yang panjang dan lengket untuk menangkap serangga

4.    Perhatikan kelompok hewan berikut
       I.    Elang        = daging
       II.  Kambing   = serangga
       III. Belalang   = rumput
       IV. Laba-laba  = nektar
       Pasangan hewan dan jenis makananya yang tepat ditunjukan oleh ...
       a.   I dan II                                                      c.   II dan III
       b.   I dan III                                                    d.   III dan IV
       jawaban : b
       hewan II dan IV tidak sesuai dengan makanannya. yang sesuai adalah hewan I dan III

5.    Perhatikan kelompok hewan berikut
       I.   Siamang                     A. serangga   
       II.  Jaguar                        B. ikan
       III. Capung                      C. buah-buahan
       IV. Burung pelikan          D. hewan lain
       Pasangan hewan dan jenis makananya yang tepat adalah ...
       a.   I-A; II-B; III-C; IV-D                              
       b.   I-D; II-A; III-B; IV-C
       c.   I-A; II-C; III-D; IV-B
       d.   I-C; II-D; III-A; IV-B
       jawaban : d
       siamang merupakan hewan pemakan buah-buahan; jaguar tergolong ke dalam karnivora atau
       pemakan hewan lain; capung memakan serangga lain; dan burung pelikan merupakan hewan 
       pemakan ikan.


Ini saja contoh soal penggolongan hewan dan tumbuhan serta pembahasannya. Walaupun pembahasan sangat singkat, mudah-mudahan bisa bermanfaat buat kita semua.

Terimakasih atas kunjungan dan membaca tulisan ini. Keritik dan saran boleh disampaikan dikolam komentar dibawah. Sampai ketemu di lain waktu.

Baca selengkapnya

Sabtu, 28 April 2018

Mengenal Bagian - Bagian Rumah dalam Bahasa Inggris

Dalam mempelajari bahasa Inggris salah satu modal utamanya adalah menguasai/menghafal banyaknya kata-kata, hal yang paling mudah mengenal kata-kata yaitu kata benda (noun) yang ada di sekitar kita, salah satunya rumah kita.



Kali ini saya ingin berbagi mengenal bagian-bagian dari rumah serta isinya menggunakan bahasa Inggris. Agar lebih cepat bisa dan menghafal bahasa Inggris, kita harus membaca dengan bersuara bukan dibaca dalam hati. 

1.   House ( Rumah )
  • Door (do:)              = Pintu
  • Window (windou)  = Jendela
  • Wall (wol)              = Dinding
  • Glass (glas:s)         = Kaca
  • Floor (flo:)             = Lantai
  • Roof (ruf)               = Atap
  • Pantile (paentail)   = Ventilasi
  • Tile (tail)                = Keramik
  • Pillar (pila:)            = Tiang
  • Chimney (cimni)    = Cerobong asap
  • Gutter (gate)           = Talang
  • Antenna (aen'tene) = Antena
  • Patio (paetiu)          = Teras
  • Garage (gaerij)       = Garasi
  • Yard (ya:d)              = Halaman
  • Garden (gaden)      = Kebun
  • Fence (fens)           = Pagar
  • Gate (geit)              = Gerbang
2.   Living Room ( Ruang Tamu )

  • Table (teibl)                     = Meja
  • Ashtray (estrei)                = Asbak
  • Newspapaer (nyu:peipe:) = Koran
  • Vase (vei:z)                      = Pot bunga
  • Desk (des)                       = Meja
  • Television (televisyen)    = Televisi
  • Table lamp (teibl laem)   = Lampu meja
  • Stand lamp (sten laem)   = Lampu bersiri
  • Lamp Shade (laem se:d)  = Kap lampu
  • Fan (fen)                          = Kipas
  • Picture (pik:ce:)                = Gambar
  • Curtain (ke:ten)                = Korden
  • Clock (klok)                      = Jam
  • Sofa (sofa)                        = Kursi sofa
3.   Bed Room ( Ruang Tidur )
  • Drawer (drouwe:)                     = Laci
  • Doll (dol)                                  = Boneka
  • Telephone (telefoun)                = Telepon
  • Hanger (hange:)                       = Gantungan
  • Cuoboard (kapbea:d)                = Lemari pakaian
  • Bed (bed)                                 = Ranjang
  • Pillow (pi:lou)                          = Bantal
  • Make up table (meik:ap teibl)  = Meja rias
  • Stool (stul)                               = Kursi rias
  • Bedsheet (bedsi:t)                    = Seprei
  • Blanket (blaengkit)                  = Selimut
  • Rug (rag)                                  = Hamparan
4.   Bath Room ( Kamar mandi )
  • Toothbrush (tu:tbras)         = Sikat gigi
  • Toothpaste (tu:tpesist)       = Pasta gigi 
  • Water (wote:)                     = Air
  • Faucet (fasit)                      = Kran air
  • Tub (tab)                            = Bak mandi
  • Washtand (wosy'satend)    = Wastafel
  • Mirror (mire:)                    = Cermin
  • Wash basin (wosy baesin) = Bak cuci
  • Towel (tauwel)                  = Handuk
  • Bathtub (ba:ttab)               = Bak mandi
  • Dustbin (dasybin)             = Tempat sampah
  • Pail (peil)                          = Ember
  • Mop (mop)                        = Kain pel
  • Soap (soup)                       = Sabun
  • Dipper (dipe:)                    = Gayung
  • Toilet (toilet)                     = WC
  • Tissue (tisu)                      = Tisu
5.   Kitchen ( Dapur )
  • Refrigerator (refrijirete)            = Lemari es
  • Toaster (to:ste:)                         = Pemanggang roti
  • Plate (pleit)                               = Piring
  • Glass (glass)                              = Gelas
  • Mixer (mikse:)                           = Pencampur
  • Frying pan (frai:ing pen)          = Wajan
  • Sink (sing)                                = Tempat mencuci
  • Washdisher (wos:dishe:)           = Pencuci piring
  • Vacuum clener (vekum kli:ne:) = Pembersih debu
  • Cup (kap)                                  = Cangkir
  • Pot (pot)                                    = Teko
  • Gas stove (gaes stouv)               = Kompor gas
  • Chair (cee:)                                = Kursi
6.   Dining Room ( Ruang Makan )
  • Dining chair (daining cee:)  = Kursi makan
  • Dining Table (daining teibl) = Meja makan
  • Ricebowl (raisbeul)              = Tempat nasi
  • Napkin (naepkin)                  = Serbet
  • Spoon (spu:n)                       = Sendok
  • Fork (fo:k)                             = Garpu
  • Plate (pleit)                           = Piring
  • Fruits (fru:ts)                         = Buah-buahan
  • Tablecloth (teibl:clot)           = Alas meja
  • Tray (trei)                              = Nampan

Tips : Bacalah dengan bersuara (bukan dalam hati), hafalkan 5 kata dalam sehari (tulisan dan
          artinya), setorkan 5 kata yang kamu hafal setiap hari kepada guru atau pembimbing. Maka
          dalam waktu 2 minggu saja kamu sudah hafal semua.

Terimaksih telah berkunjung dan membaca tulisan ini. Saran dan keritik boleh disampaikan pada kolam komentar dibawah ini. Sampai berjumpa di materi selanjutnya.
Baca selengkapnya